"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Tumpukan pekerjaan dan kesibukan sering dijadikan alasan untuk melewatkan makan. Alasannya, karena tak memiliki waktu dan tidak sempat memikirkan makan. Namun, nyatanya hal itu sebaiknya tidak terlalu sering dilakukan, lho!
Hal ini dibiasakan bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh. Selain “mengundang” penyakit, seperti gangguan lambung, sering telat makan juga bisa menyebabkan kerja sejumlah organ tubuh terganggu.
Kekurangan nutrisi Anda dapat mengalami kekurangan nutrisi sebagai akibat dari telat makan. Masalah ini terjadi karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi penting yang dibutuhkan.Saat kelaparan, tubuh juga cenderung mengidam karbohidrat olahan, seperti kue atau roti. Makanan ini hanya membuat kenyang sejenak, tapi tidak dapat mencukupi kebutuhan gizi tubuh. Lebih jauh lagi, akibat jarang makan bisa menyebabkan kekurangan nutrisi dalam jangka panjang. Kondisi ini dapat berpengaruh pada kekuatan fisik, kemampuan berpikir, hingga daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Gangguan pencernaan Telat makan atau tidak makan juga dapat menyebabkan berbagai gejala gangguan pencernaan, seperti mual, diare, hingga, sembelit. Gangguan pencernaan ini bahkan bisa terjadi lebih parah jika Anda terbiasa telat makan, lalu setelah itu makan secara berlebihan. Sebagai konsekuensinya, pencernaan menjadi semakin tidak teratur bahkan berpotensi mengembangkan penyakit pencernaan.
Susah berkonsentrasi
Tubuh memerlukan energi dari glukosa (karbohidrat) agar bisa menjalankan fungsinya. Begitu Anda berhenti makan selama 4 – 6 jam, suplai glukosa menuju otak akan mulai berkurang. Akibatnya, tubuh tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Kurangnya suplai glukosa juga memengaruhi kemampuan berpikir dan berkonsentrasi serta menurunkan kinerja mental secara keseluruhan. Anda mungkin akan lebih mudah kelelahan, lemah, lesu, dan bahkan cenderung murung.
Pola makan yang tidak sehat Sering telat makan dapat membentuk pola makan yang tidak sehat. Saat perut sangat kelaparan, Anda dapat mengambil apa saja yang paling mudah dan cepat, khususnya makanan tidak sehat, seperti camilan tinggi gula dan garam atau makanan cepat saji yang tinggi kalori, lemak, dan kolesterol. Akibat telat makan lainnya adalah tubuh dapat menganggap makanan sebagai hal yang langka sehingga saat waktu makan tiba, Anda dapat menyantap makanan secara berlebihan. Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat dan makan berlebihan malah akan membuat berat badan Anda mudah naik dan meningkatkan risiko obesitas.
Penurunan kadar gula darah Telat makan atau tidak makan akan membuat kadar gula darah turun. Tubuh lantas memproduksi kortisol (hormon stres) sebagai usaha membantu mengatur gula darah. Masalahnya, kondisi ini dapat menciptakan respons stres pada tubuh sehingga Anda akan mudah cemas, tertekan, murung, mudah tersinggung, dan letih.
Penurunan energi Salah satu efek tidak makan adalah penurunan energi sehingga tubuh terasa lesu dan lelah. Fungsi otak juga dapat mengalami penurunan karena tidak ada glukosa atau gula darah untuk menjaga fungsinya. Telat makan juga dapat menyebabkan sakit kepala sekaligus tubuh terasa lemah dan goyah. Anda juga bisa pingsan jika melakukan aktivitas yang menguras energi saat tidak makan.
Metabolisme lambat Metabolisme tubuh akan terus berjalan meskipun jila Anda sedang dalam kondisi beristirahat. Fungsinya untuk membakar kalori dan mengubahnya menjadi energi. Tingkat metabolisme tubuh ini ditunjang oleh asupan kalori. Itu sebabkan Anda mengonsumsi kalori dengan jumlah cukup untuk menunjang proses pembakaran energi.