Artikel Kuncup Ceria

"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Yuk Ketahui Apa Itu Vertigo kategori : Info Kesehatan

Dalam kondisi ini biasanya penderita akan mengalami hilangnya keseimbangan sehingga untuk sekadar berdiri atau berjalan saja sangat sulit dilakukan. Selain itu, penderita juga akan merasakan bahwa bagian kepalanya akan terasa sakit dan pusing.

Yang paling penting untuk diketahui, di sini vertigo bukanlah jenis penyakit kronis ataupun berbahaya. Melainkan sebuah kondisi di mana tubuh sedang mengalami beberapa gejala dari sebuah penyakit yang diderita. Biasanya kondisi seperti ini bisa menyerang siapa saja, terutama untuk mereka orang dewasa. Bahkan gejalanya sendiri bisa datang tiba-tiba atau bisa juga berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Jika ingin mengetahui tentang kondisi ini, maka Anda bisa mencobanya dengan berputar-putar hingga tubuh terasa melayang. Setelah itu, cobalah diam dan lihat lingkungan atau benda-benda yang ada di sekitar Anda. Hal tersebut sama halnya dengan yang dialami oleh penderita vertigo. Kondisi vertigo harus diperiksakan ke dokter agar diketahui penyebabnya. Dengan begitu, pengobatan yang sesuai dapat dilakukan untuk meredakan gejala dan menghindari kekambuhan.

Penyebab Vertigo

Berdasarkan penyebabnya, vertigo terbagi menjadi 2 (dua), yakni vertigo perifer dan sentral.

1.      Vertigo Perifer

Vertigo perifer merupakan jenis vertigo yang paling sering terjadi. Vertigo jenis ini disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh, yaitu labirin vestibular (vestibular labyrinth).

Selain di bagian dalam telinga, gangguan juga dapat terjadi pada saraf vestibular, yaitu saraf yang terletak di antara telinga bagian dalam dan batang otak.

Ada beberapa gangguan yang umum menimbulkan vertigo perifer, yaitu:

a. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV).

b. Labirinitis atau peradangan pada saluran di dalam labirin vestibular.

c. Neuronitis vestibular atau peradangan pada saraf vestibular.

d. Penyakit meniere

e. Cedera pada kepala atau leher.

f. Sindrom Ramsay Hunt.

g. Kolesteatoma atau pertumbuhan kulit yang tidak normal di balik gendang telinga.

h. Otosklerosis atau pertumbuhan tulang tidak normal pada telinga.

i. Perilymphatic fistula atau robekan pada dinding pemisah telinga bagian dalam dan telinga bagian tengah.

j. Tekanan pada saraf vestibular yang biasanya disebabkan oleh tumor jinak, seperti meningioma atau neuroma akustik.

2.      Vertigo Sentral

Vertigo sentral disebabkan oleh gangguan pada otak atau sistem saraf pusat. Gangguan tersebut dapat terjadi akibat kondisi berikut :

a. Cedera pada bagian kepala dan leher.

b. Multiple sclerosis

c. Stroke

d. Migrain

e. Tumor, baik ganas maupun jinak, terutama bila tumbuh di saraf vestibular.

f. Penyakit Parkinson

g. Diabetes

h. Malformasi Chiari

i. Sifilis, yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri.

Selain disebabkan oleh kondisi-kondisi di atas, vertigo sentral dan vertigo perifer juga dapat terjadi akibat :

1. Efek samping penggunaan obat, seperti aspirin, antikejang, antidepresan, obat tekanan darah, dan obat penenang.

2. Perubahan tekanan udara yang dapat menyebabkan kerusakan pada telinga, seperti saat menyelam.

3. Alergi, misalnya terhadap makanan, debu, jamur, bulu, atau serbuk bunga.

4. Gangguan kecemasan, seperti cemas, panik, dan stres.

5. Kehamilan, umumnya karena perubahan hormon, penurunan kadar gula darah, dan penyempitan pembuluh darah selama masa kehamilan.