"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Tidak semua orang bisa dengan mudah menghentikan kebiasaan merokok. Bukan sebatas alasan niat, nyatanya ada beberapa hal yang bisa membuat hal ini semakin sulit untuk dilakukan. Pada orang yang sudah berniat sekalipun, masih ada kemungkinan gagal keluar dari kebiasaan yang satu ini.
Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang sulit untuk berhenti merokok?
Kebiasaan merokok sering disebut sebagai pemicu gangguan kesehatan, salah satunya kanker paru-paru. Tak hanya itu saja, menjadi perokok aktif bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan di hampir semua bagian tubuh, mulai dari jantung, ginjal, pembuluh darah, kesehatan reproduksi, tulang, otak, hingga paru-paru.
Meski sudah banyak perokok yang mengetahui dampak tersebut, nyatanya untuk bisa berhenti merokok bukanlah hal yang mudah dilakukan. Salah penyebab utama dari hal ini ternyata karena “rasa nyaman” yang diberikan oleh nikotin yang ada dalam rokok. Saat seseorang berhenti merokok, artinya ia berhenti mendapat rasa nyaman tersebut. Rokok memiliki sifat adiktif dan merangsang hormon dopamin yang menimbulkan rasa nyaman bagi perokok.
Tak hanya itu, orang yang sudah berhenti merokok pun bisa dengan mudah untuk kembali aktif merokok. Hal itu ternyata berkaitan dengan kerentanan tubuh terhadap paparan zat dalam rokok yang biasanya sudah diterima. Saat kehilangan hal tersebut, tubuh akan merasa “haus” dan selalu ingin mendapatkan rasa nyaman itu kembali. Hal itu yang membuat seseorang rentan kembali aktif merokok.
Selain itu, mengisap rokok disebut bisa menghasilkan neurotransmitter berupa zat kimia yang memberi dampak pada tubuh seseorang. Senyawa kimia tersebut memiliki efek yang beragam pada tubuh, mulai dari mengurangi stres, menekan nafsu makan, hingga memberi rasa fit pada tubuh. Orang yang berhenti merokok biasanya akan menunjukkan gejala putus nikotin.
Apa yang membuat sulit berhenti merokok?
Ketika seseorang telah kecanduan rokok, nikotin yang terkandung dalam tembakau merangsang otak untuk melepas zat yang memberi nyaman (Dopamine).
Seorang pecandu saat tidak merokok, mengalami gejala putus nikotin seperti:
Untuk mempertahankan rasa nyaman, timbul dorongan untuk merokok kembali, inilaah awal dari proses kecanduan.