"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Saat seseorang mengalami cacar air, permukaan kulit pada bagian badan, tangan, kaki, bahkan wajah akan dipenuhi oleh bintik-bintik merah yang menimbulkan rasa gatal. Untuk mencegah gejalanya bertambah parah, ada yang bilang bahwa pengidap tidak diperbolehkan mandi, dan harus menghindari kulit dari air.
Apakah mandi saat cacar air tidak diperbolehkan? Berikut penjelasan selengkapnya mengenai hal ini.
Secara medis, tidak ada larangan mandi untuk penderita cacar air. Bukannya tidak boleh, mandi saat cacar air malah dianjurkan sebagai upaya perawatan kulit untuk meredakan rasa gatal atau mencegah Anda menggaruk ruam cacar air terlalu sering. Ketika mengalami cacar air, selama mandi dianjurkan menggunakan air hangat dan waktu mandi sebaiknya tidak lebih dari 20-30 menit.
Gunakanlah sabun khusus kulit sensitif atau yang diformulasikan untuk kulit bayi yang baru lahir. Ketika mengaplikasikan sabun, cobalah untuk tidak menggosok kulit terlalu keras guna mencegah terkelupasnya lenting atau ruam yang mengering.
JANGAN GUNAKAN AIR PANAS
Mandi air panas saja supaya lukanya tidak semakin parah, itu salah.
JANGAN DIGUYUR SEKALIGUS
Biarkan airnya mengalir ke tubuh, jangan disentralkan ke lukanya juga.
GUNAKAN SABUN KHUSUS
Direkomendasikan gunakan sabun khusus dengan pH tertentu yang bersifat tidak menimbulkan perih.
JANGAN PANIK KALAU LENTINGNYA PECAH
Biarkan lentingnya pecah tapi kemudian biarkan air mengaliri air yang keluar dari benjolan tersebut.
GUNAKAN SALEP OLES
Oleskan salep bukan hanya pada yang pecah, tetapi yang belum pecah juga.