"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Flek saat hamil adalah keluhan yang cukup banyak terjadi, khususnya di trimester awal kehamilan. Pada kondisi tertentu, flek bisa menjadi tanda adanya kemungkinan gangguan kehamilan yang lebih serius, terutama jika disertai dengan gejala lain yang tidak normal. Ada banyak faktor penyebab munculnya flek saat hamil.
Salah satu penyebab utama flek saat hamil adalah menempelnya embrio pada dinding rahim. Pendarahan karena proses penempelan embrio di dinding rahim ini disebut pendarahan implantasi.
Infeksi pada salah satu bagian alat reproduksi ini bisa menjadi penyebab munculnya flek saat hamil. Infeksi ini terjadi akibat adanya peradangan pada dinding vagina atau serviks, sehingga menyebabkan iritasi.
Flek saat hamil juga dapat terjadi akibat adanya iritasi pada leher rahim. Iritasi ini bisa terjadi setelah Anda berhubungan seksual, menjalani pemeriksaan panggul atau leher rahim, hingga USG melalui vagina. Namun, Anda tidak perlu khawatir sebab ini tidak membahayakan janin Anda.
Gangguan plasenta, seperti plasenta previa, terlepasnya plasenta dari dinding Rahim (abruptio plasenta), hingga pertumbuhan plasenta yang terlalu dalam hingga lapisan otot rahim (plasenta akreta) juga dapat menjadi penyebab flek saat hamil.
Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan adalah kondisi yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tidak menempel di rahim, melainkan tumbuh di luar rahim, seperti tuba falopi.
Selain flek saat hamil, kondisi ini juga disertai gejala nyeri berat di perut bagian bawah atau panggul, hingga sakit kepala berat dan lemas.
Penyebab lain dari munculnya flek saat hamil adalah kehamilan molar atau hamil anggur. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tidak berkembang sebagaimana mestinya. Akibatnya, kantong kehamilan terbentuk tetapi janin tidak berkembang di dalamnya.
Untuk mengurangi risiko munculnya flek saat hamil, Anda dapat melakukan beberapa cara berikut: