Artikel Kuncup Ceria

"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Penyebab Keguguran Berulang kategori : Info Kandungan

Setiap kehamilan memiliki risiko keguguran. Namun, beberapa bunda bisa mengalaminya berulang. Apa yang menjadi penyebab keguguran berulang? Tentunya perlu dicari tahu, agar dapat melakukan langkah-langkah pencegahan di kehamilan selanjutnya.

1. Gangguan Darah

Salah satu penyebab keguguran berulang yang cukup umum adalah gangguan darah, seperti sindrom antifosfolipid dan trombofilia. Sindrom antifosfolipid adalah gangguan darah yang membuat seseorang cenderung mengalami penggumpalan darah. 

Sementara itu, trombofilia adalah gangguan yang membuat darah lebih mudah menggumpal. Kondisi ini mirip dengan sindrom antifosfolipid, tetapi memiliki risiko lebih rendah untuk menjadi penyebab keguguran berulang.

2. Kelainan Genetik

Kelainan genetik yang terjadi pada janin juga menjadi penyebab keguguran berulang. Kelainan ini dapat membuat organ-organ janin tidak bisa terbentuk dan berkembang dengan sempurna di dalam kandungan. Itulah sebabnya berisiko tinggi mengalami keguguran atau cacat lahir.

3. Gangguan pada Rahim

Ada banyak gangguan pada rahim yang bisa jadi penyebab keguguran berulang. Misalnya saja kelainan bentuk rahim, sindrom Asherman, atau lemahnya leher rahim. Gangguan ini dapat membuat janin tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga terjadilah keguguran. 

4. Gaya Hidup Tidak Sehat

Gaya hidup tidak sehat yang bisa jadi penyebab keguguran berulang adalah merokok atau terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol. Berbagai kebiasaan tersebut dapat menimbulkan efek berbahaya pada janin yang sedang tumbuh dan berkembang di dalam kandungan. 

5. Faktor Usia

Meski tidak selalu, faktor usia juga dapat menjadi penyebab keguguran berulang. Hal ini karena semakin tua usia ibu, jumlah dan kualitas sel telur akan semakin menurun. 

Itulah beberapa faktor yang bisa jadi penyebab keguguran berulang. Meski sebagian besar kasus keguguran tidak dapat dicegah, kamu masih bisa melakukan upaya untuk meminimalkan risiko terjadinya keguguran berulang, jika masalahnya diketahui sedini mungkin.