Artikel Kuncup Ceria

"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Dampak Jika memaksakan Kehendak Pada Si Kecil kategori : Info Anak

Kepada para orangtua, jangan memaksakan kehendak Anda pada anak-anak. Sangat wajar bila orangtua ingin agar anaknya dapat mencapai hal yang terbaik, namun kalau niat itu sampai memaksakan, maka ada risiko yang bakal muncul.

 

Apa saja risiko-risiko tersebut? Lalu bagaimana cara yang perlu ditempuh untuk menyampaikan keinginan orangtua kepada anak? Simak penjelasannya di bawah ini.

Alasan jangan memaksakan kehendak pada anak

Setiap orangtua punya harapan pada anak-anaknya. Terkadang, harapan itu berupa urusan pendidikan, pekerjaan, jodoh sampai tempat tinggal. Sekilas, harapan itu terkesan sebagai bagian dari pendidikan anak agar bisa menjalani hidup lebih baik di masa depan. Namun, ada kalanya keinginan itu berujung pemaksaan.

Pengalaman pahit orangtua ketika masa muda, bisa jadi faktor utama pemaksaan kehendak pada anak. Orangtua tak mau anaknya mengulangi kesalahan dan selalu berharap anaknya hidup lebih baik.

Tidak ada salahnya dengan keinginan tersebut. Selama anaknya setuju dan siap menjalani hidup yang disarankan orangtua. Tapi kalau tidak, maka orangtua harus memberi kebebasan.

Misalnya saja dalam hal pelajaran sekolah. Ada orangtua yang menuntut anaknya agar mendapat nilai terbaik sehingga menjadi kebanggaan orangtua. Sayangnya, cara yang ditempuh orangtua adalah dengan memaksa mereka untuk belajar terus-terusan. Padahal kenyataannya, ini malah menjadi beban bagi anak.

Saat anak sudah merasa belajar menjadi beban, maka dia sulit untuk berkembang. Belajar jadi sebuah proses yang tidak menyenangkan.

Mengerti keinginannya, jangan memaksakan kehendak pada anak

Anak memiliki pemikiran yang berbeda berdasarkan pengalaman dan informasi yang mereka terima. Selama keinginannya positif, jangan memaksakan kehendak pada anak. Ajak anak berdiskusi dan berkomunikasi tentang apa yang mereka inginkan. Ketahui apa tujuan yang mereka inginkan dan bagaimana cara mereka ingin mencapainya.

 

Orangtua tentu boleh memberikan kritikan yang membangun agar anak tetap semangat berjuang apa yang menjadi keinginan. Walaupun tak sepemikiran, cobalah untuk pahami dan hindari kritikan yang membuatnya tersudut.

Yakinlah bahwa anak siap bertanggung jawab atas apa yang dipilihnya. Setelah mengetahui visi anak, cobalah untuk menjadi temannya. Berikan anak soal pandangan dan motivasi sehingga ia bisa mencapai yang ia inginkan.

Misalnya, anak ternyata sangat suka musik dan ia ingin menjadi penyanyi. Anda bisa memberikan referensi penyanyi yang mengawali kariernya dengan perjuangan. Kemudian berikan keyakinan pada anak bahwa ia bisa.

Selama itu ia tekuni, kembangkan, serta melatih kepercayaan dirinya, niscaya anak mampu meraih tujuan dengan caranya. Walaupun sulit bagi orangtua menerima anak yang memilih jalan lain, tapi mengertilah bahwa anak akan melakukan yang terbaik dan bisa belajar lebih banyak dari kemampuan dasar yang ia miliki

Maka itu, komunikasi adalah kunci penting antara orangtua dan anak untuk lebih saling mengerti. Jangan lagi memaksakan kehendak pada anak, biarkan mereka berkembang dan menggali pengalaman mereka pada kehidupan selanjutnya.

 

 

Tim Medis Klinik Kuncup Ceria