Artikel Kuncup Ceria

"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Bolehkah Vaksinasi Dilakukan Ketika Anak Sakit kategori : Info Kesehatan

Pemberian imunisasi dengan menyuntikkan vaksin pada anak bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak dalam melawan virus, bakteri, atau kuman lain penyebab penyakit. Namun, bagaimana kalau anak tiba-tiba sakit saat mendekati jadwal vaksinasi yang sudah ditentukan? Haruskah pemberian vaksin dilanjutkan atau sebaiknya ditunda? Anak boleh tetap divaksin selama sakit yang dialami tidak terlalu parah. Sebagai contoh, anak hanya mengalami gejala seperti batuk dan pilek saja, maka pemberian vaksin masih tetap bisa dilakukan.

Hasilnya, kondisi seseorang saat sedang sakit mungkin akan berubah dengan orang lain yang mengalami sakit yang sama. Termasuk pada anak-anak. Saat anak sakit, ada baiknya  para orang tua berfokus untuk menyembuhkan penyakit si kecil terlebih dahulu. Sehingga sakit tidak semakin parah dan mengganggu aktivitas anak.

Jika sakit yang dialami anak lebih parah dari sekadar batuk dan pilek, maka sebaiknya pemberian vaksin ditunda. Terutama kalau anak mengalami demam tinggi dan rewel alias terlalu sensitif dengan segala hal. Ibu bisa menunda memberikan vaksin hingga 1-2 minggu kemudian atau setelah demam anak turun dan tubuhnya kembali sehat dan bugar.

  • Pemberian vaksin pada anak sebenarnya masih diperbolehkan, jika sakit yang dialami tidak terlalu parah.
  • Sebagai contoh, anak hanya mengalami gejala seperti batuk dan pilek saja, maka pemberian vaksin tetap bisa dilakukan.
  • Namun, pemberian vaksin mungkin tak akan bisa optimal dan obat tidak bekerja dengan baik dalam meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Pemberian vaksin pada anak yang sakit memang sebaiknya tidak dipaksakan. Selain tak dapat diserap tubuh dengan baik, memberi suntikan saat anak sakit mungkin hanya akan menambah rasa sakit dan nyeri pada seluruh bagian badan Si Kecil. 

Akibatnya, anak pun dapat menjadi lebih rewel, dan tak menutup kemungkinan tubuhnya akan mengeluarkan respon yang berlebihan sebagai sugesti dari rasa sakit. Akhirnya anak mungkin akan memuntahkan makanan, dan terus menangis. Alih-alih membuat anak sehat, kondisi ini malah bisa membuatnya menjadi lebih sakit dan memperlambat proses pemulihan.