Artikel Kuncup Ceria

"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air kategori : Info Kesehatan

Cacar monyet dan cacar air sekilas memiliki penampakan visual yang hampir sama. Meski begitu, ada beberapa perbedaan yang terletak pada jenis virus, gejala, dan perkembangan keduanya. 

Cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox, sedangkan cacar air disebabkan oleh virus Varicella-zoster. Penyakit cacar monyet biasanya menimbulkan beberapa gejala secara klinis. Misalnya seperti demam, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis.

Secara umum, cacar monyet merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung dari dua hingga empat minggu. Namun, kasus yang parah juga dapat terjadi pada pengidapnya yang dapat berujung mengancam keselamatan jiwa.

Sementara itu, cacar air atau chickenpox, gejalanya dapat berupa ruam gatal dengan lepuh kecil berisi cairan. Ruam melepuh tersebut akan muncul 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus dan biasanya berlangsung sekitar lima hingga 10 hari.

Di samping itu, ada beberapa gejala lain yang mungkin muncul satu hingga dua hari sebelum kehadiran ruam lepuh pada kulit. Misalnya seperti demam, sakit kepala, kehilangan selera makan, hingga kelelahan dan perasaan tidak sehat secara umum.

Sebagai penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus Varicella-zoster, cacar air sangatlah menular kepada orang yang belum pernah mengidapnya. Selain itu, mereka yang belum divaksin cacar juga sangat rentan untuk tertular.

Gejala Cacar Monyet : Demam, Sakit kepala, Nyeri menelan dan batuk, Pembesaran kelenjar getah bening, Timbul ruam.

Gejala Cacar Air : Demam, Lemas, Nyeri tenggorokan, Selera makan menurun, Ruam merah.

Jadi, perbedaan yang paling utama antara kedua jenis cacar ini adalah gejalanya. Cacar monyet menimbulkan pembengkakan kelenjar getah bening, sementara cacar air tidak.