Artikel Kuncup Ceria

"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Tips Atasi Anak di Fase Terrible Two kategori : Info Kesehatan

Orang tua sering kali dibuat pusing ketika anak memasuki fase terrible two, yaitu saat anak memasuki usia toddler atau 2 tahun. Anak mulai melempar barang, menggigit, menendang, dan menunjukkan perilaku menjengkelkan lainnya. Sabar, ya, Bunda. Hal ini sangat wajar terjadi, kok. Maka dari itu, berikut ada beberapa langkah yang dapat Bunda lakukan saat Si Kecil menunjukkan perilaku tantrum.

Ketika memasuki usia 2 tahun, yaitu masa yang sering disebut fase terrible two, anak masih bersifat egosentris dan merasa semua hal berpusat pada dirinya. Ia belum mampu melihat dari sudut pandang orang lain dan menyayangi orang lain sebagaimana ia sayang pada dirinya sendiri. Itulah sebabnya, anak-anak usia ini kerap melakukan perilaku yang tidak menyenangkan, perilaku yang merusak, dan tantrum.

Mengatasi Perilaku Tidak Menyenangkan pada Fase Terrible Two

Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi perilaku anak yang tidak menyenangkan adalah mengajaknya untuk belajar bersosialiasi. Misalnya, bermain dengan teman sebayanya atau bermain dengan kakak atau sepupu. Cara-cara ini dapat membantu anak untuk mengembangkan keterampilan sosial dan rasa empatinya. 

Umumnya, perilaku tantrum akan berkurang dan hilang seiring bertambahnya usia anak. Beberapa langkah yang dapat Bunda lakukan saat Si Kecil menunjukkan perilaku tantrum adalah:

  • Tetap tenang dan jangan menghadapi tantrum dengan kemarahan, karena tantrum anak justru akan lebih menjadi-jadi bila direspons dengan emosi.
  • Bicaralah dengan lembut. Jika tantrum anak direspons dengan teriakan, biasanya anak justru akan berteriak lebih keras.
  • Hindari hukuman fisik, karena ini sama saja dengan memberikan hukuman kepada anak atas sesuatu yang tidak dapat mereka kendalikan.
  • Hindari berdebat, melakukan tawar-menawar, atau memberikan penjelasan panjang lebar saat anak melakukan tantrum.
  • Lindungi anak dan pastikan lingkungan sekitarnya aman, karena anak yang melakukan tantrum berisiko mengalami cedera akibat benturan benda tajam atau benda-benda lain di sekitarnya.
  • Ungkapkan empati ketika anak sedang mengekspresikan emosinya. Tunjukkan bahwa Bunda juga bisa merasakan apa yang ia rasakan.
  • Cobalah untuk memeluk anak agar amarahnya mereda atau alihkan perhatian anak ke hal lain yang menarik.