Artikel Kuncup Ceria

"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Mengenal Diare Saat Musim Hujan kategori : Info Kesehatan

Saat musim hujan, tubuh akan lebih mudah terserang penyakit. Hal itu terjadi lantaran adanya perubahan suhu pada lingkungan. Di saat musim hujan pula, mikroba lebih mudah berkembang biak dan menginfeksi tubuh manusia. Tubuh dengan daya tahan lemah menjadi incaran empuk bakteri dan virus.Salah satu penyakit yang sering muncul disaat musim penghujan adalah Diare.

Diare merupakan sebuah kondisi ketika pengidapnya melakukan buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya. Di samping itu, feses pengidap diare lebih encer dari biasanya. Hal yang perlu diwaspadai, meski diare bisa berlangsung singkat, tapi bisa pula berlangsung selama beberapa hari. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa terjadi hingga berminggu-minggu. Diare bisa menyerang siapa saja, dari mulai bayi, dewasa, hingga lansia. Diare merupakan sejenis penyakit yang berasal dari sistem pencernaan. Penyakit ini menimbulkan penderitanya mengalami mulas dan buang air besar dengan frekuensi sering. Kondisi tidak normal ini bisa ditandai dari bentuk feses, bau, maupun intensitas seseorang buang air besar.

Pada umumnya, diare menyebabkan feses seseorang lebih encer, kehijauan, dan bercampur lendir. Bayi yang mengalami diare akan mengalami mulas dan buang air besar lebih dari 4 kali dalam sehari. Sedangkan anak-anak sekitar 3 kali dalam sehari. Inilah penyebab bayi dan anak-anak akan rewel atau tantrum saat menderita diare.

Diare pada musim hujan biasanya disebabkan oleh penurunan kualitas kebersihan di lingkungan tempat tinggal. Adanya bakteri maupun mikroorganisme yang berkembang, seperti bakteri E. Colli inilah yang kemudian hidup dan mencemari daerah perairan.

Berbagai Cara Mencegah Diare

Cara paling efektif untuk mencegah diare adalah menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:

1. Cuci tangan hingga bersih

Cuci tangan merupakan cara paling umum dan paling mudah untuk mencegah diare. Pastikan Anda mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyuapi anak, sebelum dan sesudah mengurus orang sakit, setelah keluar dari kamar mandi, dan setelah mengganti popok.

Jangan lupa gunakan sabun dan air mengalir ketika mencuci tangan. Apabila tidak memungkinkan pakai sabun, gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol setidaknya 60% untuk membunuh kuman.

2. Konsumsi air minum yang higienis

Bila Anda menggunakan air keran untuk konsumsi atau keperluan memasak sehari-hari, pastikan Anda telah merebusnya terlebih dahulu hingga mendidih. Jika Anda menggunakan air kemasan untuk minum, pastikan kemasannya tidak rusak dan airnya tidak berbau, tidak berwarna, serta tidak memiliki rasa.

3. Olah makanan hingga matang

Pastikan Anda telah mengolah makanan dengan benar. Masaklah makanan, seperti ayam, ikan, dan daging merah hingga matang. Selain itu, selalu cuci buah dan sayuran hingga bersih dengan air mengalir sebelum diolah dan dikonsumsi, bukan menggunakan air yang ditampung.

4. Lakukan vaksin rotavirus pada anak

Rotavirus merupakan virus yang sering menyebabkan diare pada anak-anak. Namun, infeksi virus ini dapat dicegah melalui vaksinasi rotavirus. Vaksin ini terbukti dapat mengurangi jumlah anak yang mengalami diare.

Meski tetap ada kemungkinan anak yang sudah divaksin terkena penyakit rotavirus, tetapi hal ini jarang terjadi dan biasanya gejala yang muncul lebih ringan daripada anak yang tidak divaksin.

5. Berikan ASI eksklusif kepada bayi

ASI mengandung zat yang penuh nutrisi dan mudah diserap oleh tubuh bayi. Berbagai kandungan tersebut meliputi vitamin, mineral, antioksidan, dan zat antibodi yang bisa memperkuat daya tahan tubuh bayi.

Sistem kekebalan inilah yang membuat bayi lebih kuat melawan kuman, termasuk bakteri atau virus penyebab diare. Selain itu, pemberian ASI sesuai kebutuhan bayi juga mendukung terpenuhinya kebutuhan cairan sehingga bayi terhindar dari kekurangan cairan atau dehidrasi akibat diare.