"Pelayanan Layaknya Keluarga."

Serangan jantung adalah kondisi medis yang gawat ketika pasokan darah ke jantung mendadak terhenti. Istilah medis untuk gagal jantung adalah infark miokard. Kurangnya aliran darah ke jantung bisa menyebabkan kerusakan serius pada otot jantung. Bila tanpa penanganan memadai, otot itu bisa mati.
Kebanyakan serangan jantung terjadi pada orang yang memiliki penyakit jantung koroner yang antara lain disebabkan oleh aterosklerosis. Aterosklerosis adalah kondisi serius ketika arteri atau pembuluh darah di sekitar jantung mengeras dan menyempit akibat tumpukan plak yang terdiri atas beragam zat, terutama kolesterol.
Serangan jantung terbagi menjadi dua jenis berdasarkan keparahannya, yakni:
Meski mematikan, pasien serangan jantung masih dapat terselamatkan kalau secepatnya dibawa ke rumah sakit. Orang yang pernah pulih dari serangan jantung bisa memperbaiki kondisi kesehatannya hingga seperti sedia kala, bahkan lebih sehat, dengan menjalani terapi pengobatan yang sesuai.
Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah tersumbatnya pembuluh darah yang men-suplai makanan ke otot jantung yang dikenal dengan nama pembuluh darah koroner. Sumbatan ini bisa macam-macam, seperti plak, sobekan dinding jantung, tumpukan lemak (kolesterol), bekuan darah, dll.
Serangan jantung bisa datang tiba-tiba. Tapi sebagian besar serangan terjadi secara perlahan dengan gejala utama berupa rasa sakit ringan atau tidak nyaman pada dada. Bahkan gejala yang muncul kerap disalahpahami sebagai tanda penyakit lain, seperti masalah pencernaan.
Gejala antara pria dan wanita pun kerap berbeda. Demikian pula kadar rasa sakit yang dirasakan. Beberapa orang menyebutkan rasa sakit itu terasa seperti ada gajah yang duduk di atas dada. Namun dada yang terasa nyeri sedikit pun bisa jadi merupakan tanda adanya serangan. Jika nyeri bertahan dalam waktu lebih dari lima menit, besar kemungkinan itu adalah gejala serangan jantung.
Karakter nyeri yang merupakan gejala serangan jantung antara lain:
Gejala itu diikuti: